Senin, 07 Juli 2008
Di China, Sakit Ginjal Harus Diet Air
Radar Surabaya, 7 July 2008
Angky Camaro, Jakarta
Meski sudah diet, berat badan Angky Camaro terus naik. Puncaknya, pada saat 12 Mei 2008 kreatinin-nya mencapai 810 (8,1). Saat itulah dr Gordon Ku dari RS Mount Elizabeth, Singapura, memerintahkan dia transplantasi ginjal atau cuci darah.
Waktu dr Gordon Ku bilang saya musti transplant atau cuci darah, saya ambil keputusan transplant. Masalahnya kalau cuci darah seminggu tiga kali dan sekali cuci darah butuh waktu empat jam, kapan saya kerjanya. Waktu itu dr Gordon merekomendasikan dua tempat yang memungkinkan saya bisa transplant, yaitu di Filipina atau Tiongkok. Saya kemudian pilih Filipina dengan pertimbangan bahasa, karena kalau di Tiongkok saya nggak bisa pakai bahasa Mandarin. Asal tahu, meski orang Chinesem tapi saya nggak bisa bahasa Mandarin, istri saya juga nggak bisa. Pokoknya dibanding saya jauh lebih pinter Pak Dahlan Iskan bahasa Mandarinnya.
Sayang banget saat saya memutuskan untuk transplant di Filipina, ternyata di sana 3-4 bulan lalu ada larangan dari pemerintah Filipina untuk praktik transplant ginjal. Akhirnya tidak ada pilihan lain saya putuskan untuk transplant di Tiongkok.
Tanggal 23 Mei sebetulnya sudah ada orang saya (channel) yang bilang saya bisa ke Tiongkok karena seminggu lagi sudah ada ginjalnya. Tapi saya nggak mau soalnya tanggal 27 Mei saya harus RUPS Sampoerna dulu, dimana dalam RUPS saya diputuskan menjadi Preskom PT HM Sampoerna Tbk (sebelumnya Angky sebagai Managing Director PT HM Sampoerna). Menurut saya ini mukjizat dari Tuhan, karena orang biasanya kalau pesan bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tapi nggak dapat, tapi saya langsung dapat. Tapi sayanya justru yang nolak saat itu, soalnya saya harus RUPS Sampoerna.
Tanggal 29 Mei, setelah saya ikuti RUPS saya akhirnya berangkat ke berangkat ke Tiongkok dari Singapura. Dan karena saya tidak bisa bahasa Mandarin, maka saya minta teman saya Marvy Apandi (Executive Director Indomobil) untuk ikut saya menjadi penerjemah bahasa Mandarin. Marvy berangkat dari Jakarta lalu ketemuan di sebuah bandara di Tiongkok.
Lagi-lagi saya mendapat kemudahan dari Tuhan, karena waktu saua datang ke rumah sakit tersebut, saya secara kebetulan bisa bertemu langsung dengan kepala rumah sakitnya. Padahal biasanya orang yang datang ke rumah sakit tersebut, sangat susah ketemu dengan kepala rumah sakit. Asal tahu saja, di rumah sakit itu banyak sekali broker-nya. Biasanya kalau kita datang di loket itu ya para broker sudah berebut. Kalau lewat broker ini, belum tentu dapat "barang" bagus, malah seringnya banyak yang dibohongi, jadi saya ingin mengingatkan untuk para pembaca yang ingin transplant di Tiongkok hati-hati jangan sampai tertipu broker.
Selain saya bisa bertemu langsung dengan pimpinan rumah sakitnya, saya juga langsung mendapat donor, hanya saja waktu itu kurang bagus untuk saya karena kreatininnya sudah tinggi. Tapi saya juga cuma nunggu 2 minggu setelah itu langsung dapat yang golongan darahnya O.
Mitos Keliru
Oh ya, hal penting yang ingin saya ceritakan kepada para pembaca adalah, soal pandangan yang salah selama ini antara dokter di Indonesia dengan dokter di China. Di Indonesia, kalau kita sakit ginjal suruh minum sebanyak-banyaknya. Padahal itu totally wrong! Di China orang yang sakit ginjal tidak boleh minum banyak, bahkan hanya boleh minum kalau haus saja. Kalau nggak haus nggak boleh minum.
Dalam kondisi ginjal kita rusak, kalau kita banyak minum, kemampuan ginjal yang sudah tidak normal lagi itu tidak bisa mengolah air dengan sempurna menjadi urine. Misalnya kita minum 2 liter sehari, kalau ginjal kita bermasalah, yang bisa diolah menjadi urine itu hanya 1,5 liter saja atau 1 liter. Nah sisa air yang tidak bisa diolah oleh ginjal menjadi urine tadi akan lari ke paha, badan, tangan, wajah, dan lain-lainnya menjadi racun. Dan karena badan kita penuh dengan air, maka kita menjadi gemuk (bersambung)
Minggu, 06 Juli 2008
Ginjal, Protein, Jeruk dan Belimbing
http://terataihati.blogspot.com/2008/07/angky-camaro-kalau-cuci-darah-terus.html
Sangat penting dilakukan pemeriksaan kreatinin pada darah. Kreatinin ini bisa menjadi indikator gangguan pada ginjal. Jika nilai kreatinin pada pemeriksaan darah melebihi 125, maka ada baiknya konsumsi makanan kaya protein, buah-buahan (seperti jeruk dan belimbing) dikurangi. Karena makanan tersebut memperberat kerja ginjal.
Angky Camaro: Kalau Cuci Darah Terus, Kapan Kerjanya (2)
Pada 1 Oktober 2007 Angky Camaro, Presdir komisaris PT HM Sampoerna Tbk, yang juga direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan komisaris Indomobil, terkejut mendapati selangkangannya abses dan bernanah. Kembali dia masuk rumah sakit dan dioperasi. Berikut lanjutan penuturannya.
Rupanya kreatinin saya saat itu sudah 420. Dan meski sudah diet dan diobati, kreatinin saya sepanjang bulan Oktober itu masih di atas 300. Tanggal 6 November 2007, saya mengalami abses yang lebih besar dan nanah banyak sekali, lagi-lagi di selangkangan. Akhirnya hari itu kembali saya masuk rumah sakit dan dioperasi untuk dikeluarkan nanahnya. Saat dioperasi kreatinin saya mencapai 480.
Setelah operasi itu kreatinin saya ternyata terus bertambah. Hingga puncaknya pada 12 Mei 2008, di mana kreatinin saya mencapai 810. Pada saat itu dr Gordon Ku, ahli ginjal di Mount Elizabeth, mengatakan pada saya bahwa hanya ada dua pilihan bagi saya: terus menerus cuci darah atau transplantasi.
Untuk cuci darah itu butuh waktu empat jam dan biaya sekitar 400 dolar Singapura untuk sekali cuci darah, dan dalam kondisi seperti saya butuh tiga kali cuci darah dalam seminggu. Waduh, kalau saya pilih cuci darahm kapan saya kerjanya ? Oh ya, meski sejak tahun 2005 bolak-balik operasi dan kreatinin saya sudah di atas 300, tapi saya masih kerja seperti biasa.
Asal tahu saja, salah satu penyebab makin parahnya kerusakan ginjal saya ternyata karena banyak makan buah, terutama jeruk dan belimbing. Saya pikir selama diet tidak makan makanan berat, maka saya makan banyak buah. Rupanya saya baru tahu dari dokter di Singapura, buah seperti belimbing dan jeruk itu justru makin membuat kerja ginjal makin berat.
Jadi bisa dibayangkan ginjal saya yang sudah nggak normal dari tahun 2005 itu, saya hantam terus dengan buah-buahan sampai tahun 2008. Waduh kayak apa tuh beratnya kerja ginjal saya. Bukan hanya buah-buahan, orang yang terkena ginjal itu juga nggak boleh banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein, karena juga akan memperberat kerja ginjal.
Banyak orang tanya pada saya, apa sih gejala penyakit ginjal itu ? Saya bilang ya nggak ada, tapi sebetulnya kalau mau diamati ya ada. Coba selama ini orang kalau ke dokter paling yang dicek gula darah, kolesterol dan tekanan darah. Padahal, kalau ingin ginjal Anda aman dan bisa diwaspadai dari awal, Anda juga harus ngecek kreatinin.
Kalau kreatinin sudah di atas 125, Anda harus hati-hati dan mulai mencari cara untuk menurunkannya agar ginjal Anda tidak rusak. Kalau seperti saya tahu-tahu kreatinin sudah 800, pilihannya ya diganti atau cuci darah terus-menerus.
Terus ada juga yang nanya, apa yang saya rasakan waktu kreatinin di ginjal saya sudah di atas 300 ? Sebetulnya sih nggak terasa apa-apa, cuma rasanya gatal bukan main di seluruh tubuh. Karena gatal itu dari dalam tubuh, jadi kita bingung garuknya di sebelah mana. Sebelum transplantasi saya tiap mau tidur memakai bedak di sekujur tubuh. Tapi ya itu tadi, karena gatalnya dari dalam tetap saja gatalnya nggak hilang.
Sabtu, 05 Juli 2008
Angky Camaro, Transplantasi Ginjal
mengenai Transplantasi Ginjal Angky Camaro
ini sangat menarik.
Karena saya sendiri punya Asam Urat (Gout),
yang perlu perhatian supaya tidak
merembet ke masalah ginjal.
Angky Camaro awalnya mulai merasakan
kelainan saat duduk di kantor.
Pantat sakitnya bukan main,
dikarenakan ada abses (bengkak bernanah)
di pantat.
Dari kelainan tersebut diketahui bahwa
creatinine (zat racun dalam darah) sudah
mencapai 350.
Normalnya paling tinggi 125.
Hayoo check-up deh.
Pencegahan ?
Minum Air yang banyak ya...