
Semoga Demam Batik yang hangat ini tidak kunjung padam.
(Foto - Radar Surabaya 14 July 2008)
Keren kan batik seperti pada foto di atas ?
Sudah pakai Batik ?
smile :)

Kolom Surabaya Green And Clean (Jawa Pos 14 July 20098) ini selalu mencuri perhatian, dengan berbagai cara dan inovasi yang dilakukan masyarakat untuk lebih hijau dan indah.
Seperti yang pernah di posting sebelumnya. Surabaya beberapa kali menjadi kota pertama produk-produk baru.
Iklan AirAsia July 14, 2008 (JawaPos) ini sangat menarik. Hanya dengan Rp. 90.000,- bisa ke Bangkok dari Surabaya.


Angky Camaro, Jakarta
Radar Surabaya, 8 Juli 2008
Karena tidak bisa bahasa Mandarin, Angky Camaro membawa koleganya Marvy Apandi sebagai penerjemahnya selama berobat ke Tiongkok. Berikut cerita Marvy tentang transplantasi ginjal yang dijalani sahabatnya itu.
Bulan Maret 2008 saya ditugasin bos (Antony Salim), buat nemenin Pak Angky berobat ke Tiongkok. Waktu itu sebetulnya Pak Angky kondisinya sudah parah banget, tapi ya itu orangnya kan sibuk terus jadi sakit nggak dirasain.
Waktu kita ke Tiongkok bulan Maret itu sebetulnya sudah ada ginjalnya, cuma Pak Angky nggak mau. Soalnya kan sehabis di-transplant butuh waktu setengah tahun untuk recovery. Padahal bulan Mei (tanggal 27 Mei) Pak Angky masih RUPS PT Sampoerna Tbk, jadi dia bilang, “Ntar aja, sehabis RUPS.”
Tinggal 29 Mei 2008 habis RUPS Sampoerna, kita berangkat ke Tiongkok. Saya dari Jakarta pakai Garuda, Pak Angky berangkat dari Singapura. Kita sampai di Tiongkok sekitar pukul 4 sore. Waktu itu kondisi Pak Angky udah krisis bener, pokoknya harus cuci darah. Kalau nggak cuci darah atau transplant ia bisa sewaktu-waktu pingsan.
Tanggal 30 Mei Pak Angky langsung ke rumah sakit, karena saat itu belum ada donor ginjal. Sempat juga kita berapa hari di sana ditawari sudah ada donor ginjal, tapi ternyata kreatinin-nya terlalu tinggi jadi kurang cocok dengan Pak Angky. Selama menunggu ginjal baru, Pak Angky sempat cuci darah di rumah sakit sebanyak tiga kali. Maksudnya untuk menurunkan kreatinin, biar nanti kalau ginjal barunya dipasang kerjanya nggak langsung berat.
Sebelum melakukan operasi transplantasi, dokter ahli ginjal di rumah sakit itu memanggil saya untuk diberi penjelasan mengenai resiko-resiko yang mungkin bisa terjadi pada saat berlangsungnya transplant ginjal Pak Angky. Saya ingin benar-benar sampaikan resiko-resiko ini, karena orang kan mikirnya sekadar operasi ganti ginjal dan sudah selesai begitu saja, tidak ada resikonya.
Padahal resikonya benar-benar berat, bahkan salah-salah bukan hanya harta kita melayang tapi nyawa juga melayang, karena pada saat saya di sana ada juga orang Arab yang kebetulan tidak sukses melakukan transplant hati dan ginjal. Dia meninggal. Saya waktu dipanggil dokter sengaja menghadap sendirian, dokter bilang, “Siapa Anda?” Ya, saya bilang, saya wakil Pak Angky dari perseroan. Saya bilang, saya yang jamin dan saya yang akan isi formulirnya. Soalnya formulir berbahasa Mandarinm jadi kan musti saya yang ngisi. Ternyata waktu saya mau teken, mereka bilang harus istrinya. Waduh, padahal saya sengaja nggak bawa istri Pak Angky, takut dia nggak tahan kalau dengar resiko-resiko yang akan dijelaskan dokter tersebut.
Tapi ya sudah, karena mereka minta istrinya yang harus tanda tangan, ya istrinya Pak Angky akhirnya yang teken, meski istri Pak Angky ini sama sekali nggak ngerti bacaan tulisan yang ada dalam formulir, soalnya istri Pak Angky juga sama sekali nggak bisa berbahasa Mandarin. Dia itu pinternya bahasa Inggris.
Sebelum formulir itu ditandatangai, dokter itu menjelaskan empat resiko yang mungkin terjadi pada Pak Angky saat berlangsungnya operasi transplant. Empat resiko tersebut :
1) Dokter berkata, “Semua pasien anggap bahwa semua masalah bisa kami atasi, naum yang harus Anda ketahui bahwa ada resiko-resiko yang tidak bisa kami atasi (misalnya saat dibius total kebablasan tidak bangun alias meninggal)”. Oleh karena itu kemudian dokter itu menyarankan untuk bius lokal, ini juga mengingat usia Pak Angky yang sudah 59 tahun, takutnya kalau dibius total, nanti resikonya lebih besar.
2) Saat operasi memakan waktu 3-4 jam. Nah, dalam rentang waktu yang panjang itu bisa terjadi tiba-tiba pembuluh darah ke otak pecah. Ini lantaran jantung tidak kuat lagi memompa darah. Nah, pada saat pembuluh darah pecah ini, di tengah-tengah operasi pasien bisa langsung meninggal.
3) Ada kemungkinan ginjal yang akan ditransplantasikan itu ukurannya kekecilan atau kebesaran dibandingkan ginjal lama. Akibatnya karena tidak pas, bisa terjadi pembusukan (ginjal baru membusuk). Nah, kalau dipotong lagi, dan ini biasanya bisa terjadi pendarahan hingga orangnya meninggal.
4) Sesudah cangkok, kadang ada resiko di mana orang tidak bisa kencing, sehingga perutnya sangat gembung. Biasanya kalau setelah tiga jam, mampet mesti dipompa. Dan ini bisa berlangsung sampai tiga bulan. Untungnya Pak Angky bisa melewati empat resiko itu.
Tapi jangan salah banyak yang tidak bisa melewati empat resiko itu, dan akibatnya tidak berhasil malah meninggal.
Maka dari itu saya ingin beri tahu orang yang ingin transplant ginjal di Tiongkok, Anda harus benar-benar siap mental, jangan hanya siap uang. Selain itu karena semuanya bahasa Mandarin, dan dokternya pun tidak bisa bahasa Inggris, kalau ke sana harus membawa translator yang mahir bahasa Mandarin.
$ sudo su postgres -c psql template1
template1=# ALTER USER postgres WITH PASSWORD 'password';
template1=# \q
Biar gampang install pgadmin3$ sudo passwd -d postgres# "local" is for Unix domain socket connections only
$ sudo su postgres -c passwd
$ sudo nano /etc/postgresql/8.3/main/pg_hba.conf
local all all md5
$ sudo apt-get install pgadmin3Pada 1 Oktober 2007 Angky Camaro, Presdir komisaris PT HM Sampoerna Tbk, yang juga direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan komisaris Indomobil, terkejut mendapati selangkangannya abses dan bernanah. Kembali dia masuk rumah sakit dan dioperasi. Berikut lanjutan penuturannya.
Rupanya kreatinin saya saat itu sudah 420. Dan meski sudah diet dan diobati, kreatinin saya sepanjang bulan Oktober itu masih di atas 300. Tanggal 6 November 2007, saya mengalami abses yang lebih besar dan nanah banyak sekali, lagi-lagi di selangkangan. Akhirnya hari itu kembali saya masuk rumah sakit dan dioperasi untuk dikeluarkan nanahnya. Saat dioperasi kreatinin saya mencapai 480.
Setelah operasi itu kreatinin saya ternyata terus bertambah. Hingga puncaknya pada 12 Mei 2008, di mana kreatinin saya mencapai 810. Pada saat itu dr Gordon Ku, ahli ginjal di Mount Elizabeth, mengatakan pada saya bahwa hanya ada dua pilihan bagi saya: terus menerus cuci darah atau transplantasi.
Untuk cuci darah itu butuh waktu empat jam dan biaya sekitar 400 dolar Singapura untuk sekali cuci darah, dan dalam kondisi seperti saya butuh tiga kali cuci darah dalam seminggu. Waduh, kalau saya pilih cuci darahm kapan saya kerjanya ? Oh ya, meski sejak tahun 2005 bolak-balik operasi dan kreatinin saya sudah di atas 300, tapi saya masih kerja seperti biasa.
Asal tahu saja, salah satu penyebab makin parahnya kerusakan ginjal saya ternyata karena banyak makan buah, terutama jeruk dan belimbing. Saya pikir selama diet tidak makan makanan berat, maka saya makan banyak buah. Rupanya saya baru tahu dari dokter di Singapura, buah seperti belimbing dan jeruk itu justru makin membuat kerja ginjal makin berat.
Jadi bisa dibayangkan ginjal saya yang sudah nggak normal dari tahun 2005 itu, saya hantam terus dengan buah-buahan sampai tahun 2008. Waduh kayak apa tuh beratnya kerja ginjal saya. Bukan hanya buah-buahan, orang yang terkena ginjal itu juga nggak boleh banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein, karena juga akan memperberat kerja ginjal.
Banyak orang tanya pada saya, apa sih gejala penyakit ginjal itu ? Saya bilang ya nggak ada, tapi sebetulnya kalau mau diamati ya ada. Coba selama ini orang kalau ke dokter paling yang dicek gula darah, kolesterol dan tekanan darah. Padahal, kalau ingin ginjal Anda aman dan bisa diwaspadai dari awal, Anda juga harus ngecek kreatinin.
Kalau kreatinin sudah di atas 125, Anda harus hati-hati dan mulai mencari cara untuk menurunkannya agar ginjal Anda tidak rusak. Kalau seperti saya tahu-tahu kreatinin sudah 800, pilihannya ya diganti atau cuci darah terus-menerus.
Terus ada juga yang nanya, apa yang saya rasakan waktu kreatinin di ginjal saya sudah di atas 300 ? Sebetulnya sih nggak terasa apa-apa, cuma rasanya gatal bukan main di seluruh tubuh. Karena gatal itu dari dalam tubuh, jadi kita bingung garuknya di sebelah mana. Sebelum transplantasi saya tiap mau tidur memakai bedak di sekujur tubuh. Tapi ya itu tadi, karena gatalnya dari dalam tetap saja gatalnya nggak hilang.
Hukum PsikologisRujak ini dijual Rp 35.000,- per porsi.
Penasaran kan pengen coba ?
Seminar Marketing RevolutionSetelah Jawa Pos Gratis .
Kini Kompas Gratis pula.
Bagi yang di luar negeri, bisa baca koran edisi terbaru nih.
The World Is Flat.
Salah satu yang diingat dari Ciputra adalah Teori Z.
Hermawan Kertajaya menulis di
Radar Surabaya – 3 July 2008, bahwa :
Teori X intinya selalu mencurigai pekerja.
Pokoknya pekerja itu imagenya jelek banget.
Teori Y sebaliknya berasumsi pekerja harus dipercayai,
jangan negative thinking. Karena itu mereka harus diberi
kebebasan supaya bisa perform secara maksimal.
Teori Z yang dinamai oleh William Ouchi mengambil jalan tengah.
Berasal dari Budaya Jepang,
karyawan memang sudah dasarnya disiplin.
Karena itu tidak perlu dicurigai,
tidak perlu punya negative thinking.
Tetapi tetap mesti ada pengawasan dan kontrol yang memadai.
Pak Ci ini menganut Teori Z,
Pak Hermawan sendiri pernah
merasakan langsung Teori Z ini;
meskipun belum pernah bekerja dengan Pak Ci.
Kok Bisa ?
Semasa masih bekerja di Panggung Electronic Sby,
Pak Ci menawarkan Pak Hermawan menjadi
Intrapreneur di Group Ciputra.
Maksudnya bebas berkembang gitu lho.
Gimana ? Mau pakai yang mana nih ?
Atau punya teori sendiri ?